GUNUNG MERAPI MIRING DI KIRI

GUNUNG MERAPI MIRING DI KIRI

GUNUNG MERAPI MIRING DI KIRI--- Gunung Merapi Memang sangat Identik dengan Jogjakarata, Keraton kesultanan Jogjakarta dibangun dengan filosofi Api dan Air Yang berdampingan dan saling menjadi penyeimbang berjalan ritme se-irama. Api di-simbol-kan pada Gunung Merapi Dan Air Pada Laut Selatan Sedang Keraton berada di tengah-tengah sebagai sumbu keduanya, Sehingga antara api dan air berputar seiring se-irama dengan dengan berporos Keraton Jogjakarta Hadiningrat Keduanya berputar dengan seiring-se-irama sebagai penyeimbang dan saling melengkapi antara atu dengan lainnya

Gunung Merapi Gunung yang sebagian ada di Wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta dan Bagian Lainnya ada di wilayah Jawa Tengah. Diposting MERAPI MERBABU saya tulis juga wilayah Merapi yang masuk Jogjakarta hanyalah sisi gunung bagian selatan sedang bagian barat utara dan timur masuk Wilayah Jawa Tengah.Sudah Begitu Jawa Tengah masih mengambil yang sisi Selatan lagi.

Maksud Penulis sebagai mana judul posting ini GUNUNG MERAPI MIRING DI KIRI itu hanya padangan penulis dari satu sisi saja. hal itu sangat jelas terlihat saat di perjalanan Solo-Jogja saat di Klaten jika menengok ke barat terlihat Gunung Merapi landai di sisi kanan dalam hal ini utara dan miring curam di kiri. 

Setahu penulis sisi utara sebenarnya lebih landai namun penambangan pasir yang saat ini dikeruk besar besaran malah ada di sisi selatan yang terlihat kemiringan yang curam itu yang mana wilayah itu adalah di daerah kabupaten Sleman Jogjakarta.

Sebenarnya dahulu di daerah Boyolali pernah dibuka untuk penambangan Pasir Merapi namun Tak berapa lama ditutup lagi dan kini penambangan Terbesar Pasir Merapi justru di sisi selatan di wilayah Sleman Jogjakarta. Saat lewat jalan raya Solo-Jogja selalu beriringan truk bermuatan pasir yang Melarikan Pasir Merapi dari jogjakarta ke seantero Solo dan sekitarnya.

Beratus-ratus bahkan  beribu-ribu kubik setiap harinya Pasir Merapi diangkut dari Jogjakarta menuju Jawa Tengah. Inilah maksud penulis Sebagian Besar wilayah Merapi di sisi Barat Utara dan Timur masuk Propinsi Jawa Tengah namun masih kurang dengan mengambili di sisi selatan Dari Gunung Merapi.

Namun itulah Berkah bagi warga sisi selatan Gunung Merapi yang mana jika dilihat dari wilayah timur Merapi Wilayah Sleman yang sat ini menjadi lokasi terbesar Penambangan Pasir Merapi  berada di sisi kiri yang terlihat kemiringan-nya sangat terjal, Sangat beda jauh dengan sisi Utara atau sisi Kanan yang terlihat begitu landai-nya Sehingga Terlihat Gunung Merapi Miring Di Kiri.






Terimakasih Telah Membaca: "GUNUNG MERAPI MIRING DI KIRI" Jika Berkenan Silahkan Bagikan Pada Kawan-kawan Di:

Twitter Google+ Fb Share
Posted by Mus Jono, Published at 1:30 AM and have 54 komentar

54 komentar:

  1. Replies
    1. Makasih prelodnya cuma dua ribu rupiah saja, langsung isi ulang baiknya.....

      Delete
    2. Kartu perdana merapi, berhadiah tukang coker...xixiixi

      Delete
    3. Saya terakhir berkunjung ke Jogjakarta beberapa hari sebelum merapi meletus hebat. Artikelnya bisa dilihat juga kok eieiiehiee. Serem ah kalau menyertakan link di sini nanti bisa disangka SPAM hiehehiheiee

      Delete
  2. Tahu banget nih kang MUS tentang gunung merapi, kemaren waktu mengeluarkan wedus gembel kang mus gimanatuh? dan kang mus deket yah rumahnya sama alm mbah Marjan? hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempatku jauh dari merapi Pak ada Dikaki Lawu.. Klo wedus gembel disini takut sama aku, ga mau di sate kayaknya..

      Delete
    2. gimana kalo Lawunya dipindahin ke deket Merapi, biar rumah Mas Mus deketan. lohh..

      Delete
    3. enak aja disanka Hanoman apa, Secara logika tersingung boleh juga, disamain bangsa kera coba....

      Delete
  3. Wah ini harus ăĎª ♧☀ penerusnya Mbah Marijan Ya Mas Mus, untuk ngramut Gunung Merapi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah diteruskan anaknya kayaknya.
      Semoga mbah marijan tenang di sanaNya.
      Atau malah telah bertemu mbah Surip dan membuat perusahaan minuman surip marijan kalie..

      Delete
  4. miring ke kiri...miring ke kanan..asal kitanya nggak miring hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setaju Pak budi.....
      Eheheeeee

      Delete
    2. dansa miring ke kiri miring ke kanan

      Delete
    3. Angguk-angguk....geleng-geleng

      Delete
  5. saya slalu suka kata demi kata dan bagaimana caranya pak admin ini menguraikannya dalam bentuk postingan.
    salam sukses berkarya

    ReplyDelete
  6. bener Mas, saya pernah ngeliat sendiri di daerah Ngepos-Srumbung, wahh yang namanya penambang itu bener2 bisa puluhan truk deh. saya cuma ngeri aja kalo tiba2 lahar dingin menyergap. disamping keseimbangan alam juga terganggu, soal lahar dingin ini juga menjadi risiko.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah diperlukan kesadaran yang tinggi dan campur tangan pihak terkait untuk menyelesaikan ini agar resiko bisa diminimalisir...

      Delete
    2. Sekarang ini tambang manual kagak laku. Pasir di merapi dikuasai pemodal besar dengan alat-alat berat nya. Orang kayak aku dah ga nambang lagi paling jadi tukang sengrong alias tukang coker saja..

      Delete
    3. sabar kang selalu ada rejeki yang baik jika kita mau berusaha...

      Delete
  7. wah ane kagak pernah ngeliyat ampek sedetail gitu gan... soalnya apapun yang ane liyat dijalan begitu indah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh jalan apa itu sob lihat yang indah indah, hahah... Saya juga tidak merhatiin tapi sayalah pelakunya orang saya tukang cokernya..

      Delete
  8. panen pasir tentunya, apalagi di daerah mbah marijan sampai gak kehitung tebalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah Buk mbak Iis. Ga kebayang kali gendol Bisa penuh seperti sekarang. Mengingat dulu dalam nya dari bawah sudah setingi lima kali pohon kelapa tua bahkan di benerapa tempat lebih dalam lagi. Namun dengan satu muntahan saj penuh sesak hinga meluber ke seluruh penjuru desa menengelamkan rumah yang ada

      Delete
  9. biarpun miring tetap indah
    apalagi disekitarnya ada sawah
    kalau memandang ga jadi pengen marah

    hehe

    ReplyDelete
  10. itu mungkin akibat dari gunung meletus kayaknya ya gan.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karna dikeruk tiap hari kayaknya hahaiii

      Delete
  11. subhanaallah kuasa allah ya... apapun yang terjadi tetap indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya... karya Yang Maha Indah..

      Delete
  12. Langsung saya ke sini llagi tuk mengamati Gunung Merapi setelah miring ϑĭ kiri:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gunungkidul miringnya ke selatan ya Mas?

      Delete
    2. Ti ati semakin di amati semakin miring ngidul
      Hingga sampai di gunung kidul kebeneran bisa beli jenag grendul..

      Delete
  13. merapi sekarang nggak ada puncak garudanyaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dah pernah naikin garuda ya Pak ya.. Saya malah belum sempat eh keburu terbang Garudanya..

      Delete
  14. heheheh tiwas kaget, ternyata cuma datarannya landai...mirip seperti gunung yang miring

    ReplyDelete
    Replies
    1. gunungan wayang tuh Mbak, kalo dalangnya lagi miring ke kiri, gunungnya juga miring ke kiri.

      Delete
    2. Emang Bisa miringin Gunung Wayang yang Di Kudus Sana...

      Delete
  15. subhanallah, saya setahun sekali pulang, bisa lihat keindahan yang diciptakan ALLAH, bersyukur sekali menjadi orang indonesia, banyak alam yang indah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. super sekali komennya
      pasti superman nih

      Delete
    2. enakan super klepon kalie,

      Delete
  16. Kunjungan perdana gan ...
    saya tertarik dengan kalimat keraton Jogja dibangun dari filosofi air dan api. Jadi keinget Yin dan Yang sama film Avatar ... he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jadi teringat buah kepel di keraton

      Delete
    2. ada juga yang bilang begitu tentang filosofi merapi keraton dan laut selatan.

      Kepel Alkid maksudna?

      Delete
  17. "Saat lewat jalan raya Solo-Jogja selalu beriringan truk bermuatan pasir yang Melarikan Pasir Merapi dari jogjakarta ke seantero Solo dan sekitarnya"...Dari kalimat ini saya kurang setuju gan dengan kata "Melarikan"...kesannya seperti mencuri...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitu Ya.. biar terkesan tragis saja ya?.. Padahal bukan begitu kejadiannya.

      Delete
  18. kunjungan pertama Pak Mus....

    miring di kiri? apa benar karena penambangan doang Pak?

    tak bisa dipungkiri memang benar aktivitas penambangan pasir di Sleman luar biasa banyak, tiap berkunjung ke kediaman eyangnya suami (di daerah Cangkringan) , pernah terjebak macet oleh iringan2 truk pasir.

    mungkinkah faktor erupsi lalu juga turut andil dalam membentuk kemiringan ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mbak Khusna. Sisi selatan merapi curam memang sudah sejak dahulunya begitu keadaannya cuma pandangan admin saja sudah begitu masih dikeruk habis habisan lagi, karena memang saat ini pasir kwalitas terbaik ada di sana..

      Delete
  19. oooh gitu maksudnya, beberapa tahun lalu pas ke YK, gak sempet jalan2 ke gunung merapi, gunung kidul, cuman ke keraton sj. semoga liburan sekolah bulan depan bisa jalan2 ke sana. di YK teralu banyak kenangan. apalagi di pantai parangtritis, kenangan ama mantan pacar (istri sekarang, he)

    ReplyDelete
  20. terlepas dari semua itu...filosofi air dan apinya keren mas, saya baru tahu hhehe...
    terima kasih telah berbagi

    ReplyDelete