ELANG JAWA SI BURUNG BONDOL BERJAMBUL

ELANG JAWA SI BURUNG BONDOL BERJAMBUL

BURUNG BONDOL BERJAMBUL SI ELANG JAWA semakin sulit menemuinya namun ada juga yang tega memperjualbelikannya. Begitulah kenyataan beberapa saat lalu menemui ada pedagang burung yang memperjalbelikan anakan Elang, Padahal elang saat ini semakin jarang sekali terbang bebas di temui disini. Padahal dahulu sering sekali Elang Elang kayak gini sesekali melintas diatas desa tempat tinggalKu berada yang sedang mencari mangsa dan menjelajahi wilayah kekuasaannya.

Dahulu selain melintas bahkan beberapakali malah sering bisa menyaksikan Burung Elang bertengger di pohon besar pingiran desa yang tinggi menjulang dan terlihat gagah buanget ELANG yang bertengger di dahan Pohon besar di pinggir desaKu itu.

Namun Saat ini sudah sanggat jarang sekali menyaksikan Elang bebas melintas terbang di atas desa apalagi menyaksikan lagi elang bertenger sejenak seperti dulu, mungkin memang saat ini sudah semakin langka keberadaanya.

Semakin sedikitnya Populasi Elang Elang itu lebih banyak larena tangan-tangan usil manusia yang memanfaatkan keindahannyanya hanya untuk kesenangannya saja, karena dahulu pernah Elang yang kebetulan hingap di desa di tembak begitu saja dan diawetkan di jadikan pajangan di dinding. Sunguh-sunguh sanggat ironi dimana Burung Elang yang keberadaannya sudah semakin jarang namun ada yang tega menjadikannya sebagai trovi.

Selain kejadian diatas satu lagi kejadian yang beberapa saat lalu kusaksikan ada yang tega mengambil anakan Elang jawa si Elang Bondol ini di curi dari induknya dan di perjual belikan di pasar burung di Karangpandan saat itu. Sunguh ironi sekali mereka mengaku pecinta satwa yang seharusnya bahagia melihat satwa itu bebas di habitatnya namun dengan dalih cinta satwa memelihara Elang jawa yang langka demi kepuasannya. Entah apa yang ada di pikiran mereka.

Bagi saya walau bukan pecinta satwa namun akan sangat senag hati saya saat melihat berbagai satwa sebagi contoh Elang yang di perjual belikan itu liar dihabitatnya, bukan Elang yang jinak mau menurut kemauan pemelihara seperti anakan Elang yang di perjual belikan itu.

Sedih juga kini sudah sanggat jarang melihat Burung Elang melintas di atas desa tempat tinggalku dan melihat anakan Elang di perjualbelikan dipasar namun cukuplah terobati dengan beberapa kali lewat desa di pingiran hutan gunung lawu dan menyusuri jalan sepanjang pingiran hutan gunung lawu itu masih banyak menyaksikan berbagai satwa bebas didalamnya. Sudah cukup senang bagiku Beberapa kali Berada di Pingiran Hutan Gunung lawu Menyaksikan Elang Bondol dan Burung burung lainnya bebas Terbang dan Berkicau di hutan itu.






Terimakasih Telah Membaca: "ELANG JAWA SI BURUNG BONDOL BERJAMBUL" Jika Berkenan Silahkan Bagikan Pada Kawan-kawan Di:

Twitter Google+ Fb Share
Posted by Mus Jono, Published at 2:04 AM and have 26 komentar

26 komentar:

  1. ini juga pas jadi lambang negara ya Mas? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mirip juga dari burung ini mungkin ispirasinya

      Delete
    2. Apakah ini juga yang dinamakan "Falcon"? Elang kita juga kan, Hmmmm baru tau saya ada elang seperti ini. Memang ketinggalan infoh sayah ini

      Delete
    3. yang namanya falcon yang kaya gimana ga paham juga sayah, elang jawa itu yang gimana juga ga pahm sayah yang jelas elang yang di foto ada di jawa indukanya bejambul dan sat masih anakan bondol gitu tak kasih nama saja elang jaewa bondol berjambul heheheih.

      Delete
  2. Nah itu dia...masyarakat msh enggan melestarikan aneka satwa
    Padahal di lindungi.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahkan aparat yang berwenang seolah menutup mata dimana burung ini diperjualbelikan di depan kantor polsek Karangpandan.

      Delete
  3. sama dengan ditempat saya mas, elang sudah jarang terlihat, apalagi rumah saya dengan pantai tidak terlalu jauh hanya 500m yang biasanya melintas dan melihat anakan elang di pohon cemara kini sudah tidak ada lagi...
    banyak anaknya yang diambil...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga Elang hutan bukan Elang laut ternyata bernasib serupa ya sob?

      Delete
    2. iya mas, mungkin banyak permintaan dan ada harga membuat pemburuan makin liar

      Delete
  4. kenapa yah, hampir semua hewan yang eksotis selalu endingnya punah. kan sayang sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang sangat di sayangkan ada orang yang tega memanfaatkan keeksotikannya demi kepuasa pribadi

      Delete
  5. wuih,,,, bulu nya kok brondol tu burung?



    minal aizdin walfa'izdin mas
    maaf lahir batin ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya di namain bondol.. :)

      Delete
    2. itu karna masih anakan saja belum numbuh panjang ekornya, makanya terlihat bondol. Kayak maskot jakarta saja Elang bondol
      *ngawur kasih judul eih

      Delete
    3. hehehehehe,,,,,
      ayuk ke hutan tangkap burung, ,,

      Delete
  6. Burung nya antik dan langka ya mas
    Pantas banyk orang yg pengen ngincar ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. lumayan langka sekarang dulu masih sesekali melintas di atas desa saya, kini kalau ga di desa desa yang berbatas lansung dengan hutan jarang melihatnya.

      Delete
  7. elang jawa itu konon harga sangat tinggi dipasaran..baik yg sudah diawetkan maupun yang masih hidup,
    kalo harganya memang tinggi..ketahuan khan yang bisa membelinya siapa saja..kalo bukan orang2 berduit..dan masyarakat berburu elang jawa ini dengan harapan hasil buruan mereka bisa terbeli oleh para orang berduit itu...,
    jadi kalo elang jawa ini semakin lama semakin sulit ditemukan..ya itu salah satu faktor penyebabnya..karena kalo ditangkap...orang berduitnya bisa dengan mudah membebaskan diri, dan para penangkap atau pemburu elang yang kebanyakan hanyalah rakyat jelata tetap mendekam lama di penjara...karena tak punya duit untuk membeli kebebasan mereka....salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulh biasanya ujung ujungnya dengan uang kuasa apa saja

      Delete
  8. elang jawa sekarang semakin sulit di temukan... mungkin karena langka semakin mahal harganya.. padahal hewan ini dilindungi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah mang walau dilindungi undang-undang namun masih kalah dengan manusia beruang

      Delete
  9. Akan semakin banyak elang jawa yang hilang dari habitat aslinya kalau diperjual belikan seperti itu.
    Bisa-bisa nanti anak keturunan kita hanya mengenal elang jawa dari gambar atau cerita saja bila tidak dipelihara dan dilestarikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah kayaknya nasibnya. Namun semoga tak setragis itu karena benerapa kali di pinggiran hutan gunung lawu masih beberapa dijupai elang elang semacam itu. Semoga saja tetap leatari sampai nanti.

      Delete