LEGENDA JOGO DAYUH

LEGENDA JOGO DAYUH

LEGENDA NJOGO DAYUH ini adalah legenda yang ada di Desa tempat Penulis berada. Ada Banyak sekali cerita legenda yang ada . Legenda di satu tempat dengan tempat lain banyak yang sama atau mungkin sedikit mirip maupun ada pula legenda yang nama ceritanya sama namun berbeda cerita. Kali ini Penulis kepingin menulis cerita legenda yang ada di Desa tempat tinggal Penulis yang sepertinya berbeda dan tidak terjadi di tempat lainnya. Cerita  legenda ini saya tulis berharap akan lestari cerita ini karena saat ini cerita seperti ini sudah jarang di ketahui oleh anak anak zaman sekarang, terbukti jika di tanyakan pada anak anak di  dekat tempat kejadian legenda ini sudah jarang yang mengetahui tentang cerita legendanya, walaupun nama Njogo Dayuh ini masih di pakai untuk nama tempat itu hingga saat ini.
Ikan ini bukan ikan di njogo dayuh kalau ikan di jogo ayuh di pangil dengan jopo montro namun ikan ini bisa di panggil dengan sego
 Ikan di Njogo dayuh Bisa di Panggil dengan doa mantra yang hanya di kuasai kuncen penjaga Jogo Dayuh itu, namun kalau ikan-ikan yang ini untuk memanggilnya Doa mantra bisa di beli di toko pakan ternak terdekat

NJOGO DAYUH ini adalah cerita legenda sebuah Kedung atau Lubuk yang merupakan bagian dari aliran sungai yang biasanya tempatnya lebih luas dan dalam yang berada di sebuah sungai yang bernama Kali Lebet di dusun Jloko Kulon, desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Njogo Dayuh asal kata NJOGO DAN dan DAYUH. Jogo/ Njogo berarti Jaga-jaga atau persediaan sedang DAYUH berarti tamu. Njogo Dayuh berarti Jagan/jaga-jaga/Persediaan Untuk Tamu.

Konon di Kudung/Lubuk Njogo Dayuh ini terdapat banyak sekali ikan besar-besar dari beragam jenis ikan air tawar, namun ikan di tempat tidak bisa di jaring maupun di pancing. Ikan di Njogo Dayuh ini hanya bisa diambil oleh seorang yang dipercaya menjaga dan merawat tempat ini atau yang di percaya sebagai kuncen tempat ini. Dengan doa mantra tertentu yang hanya di ketahui penjaga atau Kuncen tempat ini ikan akan berkumpul dan menyerah saja untuk di tangkap. Ikan yang di tangkap  di tempat ini di khususkan jika ada tamu desa yang bertandang ke Desa ini sebagai lauk pauk jamuan makan Tamu Desa itu.

Begitulah legenda sebuah Kedung/Lubuk di desa Saya yang bernama Njogo Dayuh yang di mana di dalamnya hidup Ikan-ikan besar yang bisa  di panggil dan di ambil saat Tamu Desa Datang, namun karena keserakahan/ketamakan penjaga/kuncen tempat ini suatu ketika dia memangil dan mengambil ikan dengan doa mantra yang di kuasainya padahal tidak datang tamu Desa yang bertandang, melainkan ikan yang di panggil dan di tangkap dengan doa matra yang di kuasainya, di jual ikan yang di ambil tadi untuk kebutuhan pribadi yang menjadikan tida lagi ikan di Njogo Dayuh apat dipanggil dan di ambil dengan doa mantra.

Itulah legenda Sebuah Kedungan alias Lubuk di sebuah sungai yang berada di desa tempat Saya berada yang kini banyak yang tiada tahu cerita legenda itu terutama anak anak seusiaku walaupun Tahu tempat itu Njogodayoh namanya namun tak pernah mengeti ceritanya bagaimana.
Inilah lokasi Njogoayuh di bawah jembatan di pinggir Dusun Jloko Kulon, Desa Plosorejo, Kecamatan matesih, Kabupaten Karanganyar. 
Inilah lokasi Njogo dayuh yang kini Lubuk di bawah jembatan ini adalah lubuk biasa walau masih terlihat seram dengan akar pohon beringin menghujam dari pohon beringin tua  yang tumbuh di pinggirnya 





Terimakasih Telah Membaca: "LEGENDA JOGO DAYUH" Jika Berkenan Silahkan Bagikan Pada Kawan-kawan Di:

Twitter Google+ Fb Share
Posted by Mus Jono, Published at 10:40 AM and have 6 komentar

6 komentar:

  1. Replies
    1. "Arebarang RCAA ra di bukak komene we" nesu aku ra di pamiti ndisik

      Delete
    2. biyen arep pamit blog-e sampeyan ra iso dibukak, tenan. ora mung sampeyan, akeh liyane. keneng opo biyen jal?

      Delete
  2. baru deger nieh dogeng nya,.,/?
    asyik punya bahan lagi deh tuk dogegin anak,.,?
    thaks sudah berbagi,.,?
    sukses,.?

    ReplyDelete