TENTANG MATESIH

TENTANG MATESIH



TENTANG  MATESIH- Setelah di posting pertama telah saya perkenalkan diri Saya, diposting kali ini akan saya ceritakan tetang tempat saya berada, di kecamatan Matesih tempat sekarang saya berada Yang letaknya kurang lebih 30kilometer ketimur dari kota Solo. Jalur menuju Matesih dari kota Solo ke timur, setelah sampai kota Karanganyar terdapat tiga jalur yang menuju Matesih, bisa melalui jalur utara yang merupakan jalur utama Solo Tawangmanggu, setelah sampai Karangpandan di perempatan Kantor kecamatan Belok kanan keselatan lima kilometer sampailah di matesih. Bisajuga di Karanganyar sesampainya pertigaan Ngrawoh lurus ketimur sampainya di kantorpos Matesih.Sedang jalur menuju Matesih satunya lagi dari pertigaan Ngrawoh ambil kanan jalan ini adalah jalur karanganyar Tawangmanggu nelalui jalur selatan nantinya akan melewati Matesih juga.


Yang Orang kenal dari matesih pastilah Astana. Apa itu Astana saya juga tidak begitu mengetahui secara persis artinya, namun dari yang saya lihat Astana adalah Istananya Orang yang telah tiada alias meninggal Dunia. Sebab apa Matesih identik dengan Astana?  Karena di Matesih terdapat tiga Astana Yang menjadi makan Orang-orang terkenal lagi besar namanya.

Yang pertama Astana GiriBangun yang terkenal seantero Nusantara, kenapa? Karena disitulah makam dari Presiden Indonesia yang kedua yang terlama berkuasanya. Beliu menjadi Presiden dan berkuasa di Indonesia hingga tigapuluh dua tahun lamanya, sampi Di jaman reformasi mahasiswa berhasil melengserkannya. Astana GiriBangun Merupakan Komplek pemakaman keluarga Ibu Tien Soehrto dan juga para pengurus dari yayasan GiriBangun.

Yang kedua Astana Mangadeg letaknya di timur Astana GiriBangun. Astana Mangadeg adalah Komplek pemakaman Penguasa Pecahan dari kerajan Mataram di Surakarta yaitu makam  MangkuNegara mulai dari MangkuNegara yang  Pertama hinga MangkuNegara yang ketiga. Yang paling tersohor namanya adalah Mangkunegara yang pertama yang bernama RadenMas Sahid yang terkenal dengan Sebutan Gusti SamberNyawa. Di Astana Mangadeg disemyamkan MangkuNegara ynag pertama hinga Mangkunegara yang ketiga beserta keluarga dan Adipati-adipati bawahanya.

Sedang Astana yang ketiga adalah astana Girilayu. Astana ini adalah komplek pemakaman Mngkunegara yang keempat dan seterusnya. Giri layu sendiri adalah nama Desa tempat ketiga Astana tersebut diatas berada. Kenapa desa ini dinamakan giri layu? Mungkin karena bukit bukit diDesa itu adalah tempat pemkaman. GIRILAYU asal kata dari Giri yng berarti Gunung sedangkan layu berasal dari layon yng berarti jenazah atau oang mati, jadi arti dari kata GiriLayu  adalah Gunung Tempat Bersemyam Orang-orang Mati.

Di Kecamatan Matesih mengalir sungai Yang bernama Kali Samin yang membelah wilayah Matesih menjadi dua. Muara dari KaliSamin tentunya adalah Bengawan Solo Bergabung dengan semua sungai-sungai diwilayah Surakarta. Sedang Hulu KaliSamin ada di Tawangmangu yng salah stunya adalah tempat wisata yang terkenal dari tawangmangu tempat itu adalah GrojoganSewu. Anak sungai Dari Kalisamin yang berada di Kecamatan Matesih adalah Sungai yang bernama KaliLebet. KaliLebet bermuara di Kalisamin yang berada di Pintu Air bendungan Kedungnunut, Desa Plosorejo, Kalilebet membelah dua desa di kecamatan Matesih Desa itu adalah desa Plosorejo dan desa Pablengan.

Kecamatan matesih juga penghasil buah-buahan yang berkualitas. Diantaranya buah Durian dan buah Duku. Setiap musim buah disepanjang jalanan di matesih brjajar penjaja buah Duku dan Durian yang terkenal berkualitas dan enak rasanya. Di pingir jalan barat SMP satu matesih setiap musim durian ramai sekali dengan penjaja durian. Namun sebenarnya durian yang dijajakan disini lebih banyak durian dari luar Matesih. Buaah yang Sepesial dari matesih adalah buah duku. Duku Matsih konon terkenal dengan Hrum Dan manis rasanya.  Yang membuat Duku matesih spesial karena memang Buah duku di Matesih diperlakukan beda perawatannya mulai dari sebelum bunga ada hingga berbuah dan memanennya. Takaheran Harga Duku matesih lebih mahal disbanding Duku dari daerah lainnya, semisal Duku Salatiga maupun Duku Palembang Sumatra.

Makanan khas matesih setahu saya tidak ada, jajanan di matesih sama-sama saja dengan daerah lainnya di Surakarta. Namun jangan khawatir bila berkunjung ke Matesih mengenai makanannya. Warung-warung di Matesih Masakannya tidak kalah dengan daerah yang lainnya. Sianghari Ketupat tahu selatan jembatan Kalisamin begitu nikmat disajikan, dan juga Soto, Nasi Rames dan menu-menu lain yang enak nan lezat tersaji di warung warung sepanjang jl.TP Jokosong. Dimalam hari Nikmatnya Kari Ayam tersaji  mulai Sore hari, Tengahmalam sampai menjelang pagi. Pilihan lain masih ada Ikan, Ayam, Bebek Goreng maupun Bakar begitu Laziz dan Mantap tersajikan di beberapa tempat yang menyediakannya, Salah satu diantaranya Raja Pedas tempatnya, yang konon katanya mantap msakanya.

Sumber Air hangat Ada juga di matesih. Klo tidak Salah ada tiga tempat sumber air hangat di matesih yang konon katanya Gatal-galal dan penykit kulit lainnya Rontok Bila mandi disana. Salah satu tempat sumber air hangat itu SAPTATIRTA tempatnya yang terdapat tujuh mata air didalamnya. Air hngat adalah satu diantara ketujuh mata air di Sapta Tirta. Ada juga satu sumber air yang juga menjadi nama Desa tempat Sapta tirta berada. Satu diantara tujuh sumber air itu adalah sumber air Bleng dan nama desa tempat sumber itu berada adalah Desa PABLENGAN yang kata Pablengan bisa diartikan Tempat Sumber Air Bleng.

Demikianlah Tentang Matesih Fersi Saya. Kiranya anda suka bolelah berteman dengan saya dengan follow blognya atau Folow Twitter saya@musjono. Trimakasih kunjungannya.





Terimakasih Telah Membaca: "TENTANG MATESIH" Jika Berkenan Silahkan Bagikan Pada Kawan-kawan Di:

Twitter Google+ Fb Share
Posted by Mus Jono, Published at 12:15 PM and have 0 komentar

No comments:

Post a Comment